Di sekitar Tōjinbō × Rekomendasi Hotel·penginapan gaya Jepang

入力欄の先頭で左矢印キーを押すと、選択中の検索条件に移動できます。chip上では左右矢印で移動し、DeleteキーまたはBackspaceキーで削除できます。

2 dewasa0 anak1 kamar
2  Fasilitas
Hidangan Prancis dari chef berbintang Michelin, Ken Yoshino, terpilih Forbes 2026. Menginap di machiya yang menghadirkan nuansa era Edo.

Auberge Homachi Mikuni Minato terpilih dalam “The 30 Collection” pada ajang pariwisata “Forbes JAPAN Destinations of the Year 2026” yang diselenggarakan oleh majalah bisnis global Forbes JAPAN, sebagai penghargaan atas pengalaman unggulan dari berbagai daerah di Jepang. Mikuni Minato adalah kota pelabuhan yang namanya tercatat dalam Shoku Nihongi pada tahun 778. Pada zaman Edo, Mikuni Minato mencapai puncak kejayaan sebagai pelabuhan singgah kapal Kitamaebune yang berlayar antara Osaka dan Hokkaido. Di kawasan ini, 10 rumah tradisional tersebar telah direnovasi menjadi 9 bangunan dengan total 16 kamar tamu serta sebuah restoran. Nama “Homachi” berasal dari kata “homachi (menunggu layar)”, istilah yang bermakna “hadiah/kenikmatan” pada era kapal Kitamaebune. Ciri khasnya adalah arsitektur lokal “kagura-date”, serta pemanfaatan pilar dan balok era Edo dan batu Shakudani. Untuk bersantap, chef Prancis peraih bintang Michelin, Ken Yoshino, menyajikan menu dengan dunia rasa yang unik menggunakan bahan-bahan kebanggaan Fukui seperti kepiting Echizen—yang juga dipersembahkan untuk keluarga kekaisaran—serta bahan langka dan daging sapi Wakasa. Ini adalah Hotel bergaya terdistribusi: kamar-kamar tamu tersebar di 9 bangunan terpisah dari bangunan restoran, menjadikan seluruh kota seolah sebuah auberge; selain menginap dan bersantap, Anda juga dapat menikmati sejarah kota ini. Lokasinya sangat strategis—sekitar 10 menit berkendara ke Tojinbo, salah satu destinasi wisata terbaik di prefektur ini.

Lihat Kamar・Rencana
Nikmati suasana tradisional rumah kota di guest house kuno Mikuni Minato.

Mikuni Minato, yang pernah menjadi pelabuhan kapal Kitamae, telah berkembang pesat. Jalan-jalan tua yang memadukan masa lalu dan masa kini membangkitkan semangat perjalanan. Aroma budaya yang unik, bukan kota maupun desa. Budaya hidup yang diwariskan dari leluhur dan kehidupan tenang penduduknya. Kehidupan sehari-hari kota pelabuhan yang biasa tetapi nostalgik, menenangkan hati. Nikmati penginapan Anda seolah-olah tinggal di kota ini.

Lihat Kamar・Rencana

Makan

Lihat Semua

Tipe Fasilitas

Preferensi kamar

Lihat Semua

Kamar Mandi Pribadi

Lihat Semua

Bak mandi dan pemandian air panas

Lihat Semua

Tipe Tempat Tidur

Lihat Semua

Fasilitas dan Layanan

Lihat Semua

Anggaran Akomodasi
(Per malam per kamar) (IDR)

0
Tanpa batas
-

Penilaian Ulasan

Pemandangan

Tempat Makan

Keistimewaan

Check-out terlambat