Di sekitar Danau Fuchu × Akomodasi Bernuansa ZenHotel·penginapan gaya Jepang yang direkomendasikan untuk perjalanan keluarga

入力欄の先頭で左矢印キーを押すと、選択中の検索条件に移動できます。chip上では左右矢印で移動し、DeleteキーまたはBackspaceキーで削除できます。

2 dewasa0 anak1 kamar
6  Fasilitas
Didirikan pada tahun 1627. Penginapan gaya Jepang bersejarah yang dicintai oleh para sastrawan dan seniman ternama.

Berdiri di kaki hutan misterius yang dihuni oleh dewa, penginapan gaya Jepang berusia 400 tahun ini adalah tempat yang penuh sejarah. Tiga bangunan bergaya sukiya yang berdiri di tengah taman Jepang yang mencerminkan keindahan empat musim berpadu harmonis dengan arsitektur modern. Sambil berjalan-jalan di taman Jepang bergaya kaiyu-shiki, Anda dapat menikmati momen yang menyenangkan dengan mengenang para sastrawan dan seniman seperti Mori Ogai dan Kitahara Hakushu yang pernah menginap di sini. Selain itu, dari pemandian umum dengan pemandangan yang luas, Anda dapat melihat Gunung Sanuki Fuji dari kejauhan atau menikmati pemandangan kota Monzenmachi Kotohira secara keseluruhan. Segarkan hati Anda dan kembalikan kepekaan serta apresiasi terhadap keindahan dan harmoni Jepang yang mungkin terlupakan di tengah hiruk-pikuk kota.

Lihat Kamar・Rencana
Penginapan santai di Hotel modern Jepang untuk dewasa yang dikelilingi oleh taman Jepang yang luas.

Dari saat melangkah melewati pintu masuk hingga check-out, waktu yang berlalu menjadi berharga... Kelembutan tenang Hotel yang terletak di puncak bukit ini, di mana hijau, angin, dan langit terasa, akan membuat waktu berharga dengan orang tercinta menjadi lebih lembut.

Lihat Kamar・Rencana
Bersantai dan nikmati waktu di akomodasi yang berdiri di tanah yang telah dijaga sejak zaman Edo.

Bangunan di sini awalnya adalah rumah kepala desa yang dihuni oleh leluhur sejak tahun 1842 (Tenpo 13). Di dalam area terdapat gerbang panjang, rumah utama, gudang beras, dan taman yang telah dijaga selama 200 tahun. Gudang beras yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Berwujud Terdaftar ini direnovasi pada tahun 2005 dan dijadikan restoran Prancis. Pemilik toko adalah generasi ke-8 di sini. Dan dengan harapan untuk terus menjaga selama 200 tahun ke depan tanpa perubahan, serta keinginan untuk melayani tamu sepanjang hari, dibangunlah Akomodasi di gunung di belakang. Hal-hal yang sudah ada sejak lama dan yang baru dibuat. Silakan nikmati berbagai tempat dengan menyeberangi jembatan batu yang dibangun di tengah.

Lihat Kamar・Rencana
Akomodasi rumah tradisional berusia 150 tahun yang terletak di kota tua bersejarah Utazu.

Rumah Old Street adalah Akomodasi rumah kota sewa penuh (2 unit) yang terletak di tengah area kota tua, Utazu, Distrik Ayauta, Prefektur Kagawa. Untuk mewarisi sejarah dan tradisi Utazu, rumah-rumah kota yang telah kosong telah direnovasi. Aliran waktu yang sempat berhenti kini bergerak menuju masa depan.

Lihat Kamar・Rencana
Di kediaman bersejarah yang telah melewati waktu, beristirahatlah sejenak dari waktu. Vila heritage untuk disewa satu bangunan penuh.

Ini adalah rumah tempat saya lahir dan dibesarkan. Sebuah kediaman keluarga yang masih tersisa di kota Takamatsu. Pada tahun 1970, saya lahir di kota yang tengah melangkah menuju pemulihan ini. Tempat yang telah menumpuk waktu lebih dari setengah abad ini, pada tahun 2019 memperoleh napas baru sebagai vila sewa satu bangunan penuh dengan batas satu grup per hari.Yang kami hargai adalah cara menginap untuk memulihkan kembali ritme diri yang sesungguhnya, dalam keheningan. Bukan sekadar menghabiskan waktu, melainkan momen untuk “beristirahat dari waktu”.■ Ruang: garis keturunan estetika yang hidup dalam keseharian Begitu melangkah masuk ke dalam rumah, estetika “Sanuki Modern” terbentang luas. Lampu “Akari” karya Isamu Noguchi, pernis Kagawa (Kagawa shikki), batu Aji, dan kerajinan terpilih lainnya—semuanya bukan untuk sekadar dipandang, melainkan keindahan yang disentuh dan hidup dalam keseharian. Di ruang tempat arsitektur berusia panjang berpadu dengan sensibilitas masa kini ini, budaya yang berakar di kota ini muncul dengan tenang.■ Taman: seni hidup berbalut kesunyian Begitu melewati gerbang, pohon pinus hitam berusia seratus tahun berdiri hening. Taman ini dirawat oleh tangan para tukang kebun yang selama bertahun-tahun menopang budaya taman Jepang. Wajahnya berubah mengikuti cahaya pagi dan lampu malam; perubahan itu sendiri akan menjadi kenangan dari masa tinggal Anda.■ Istirahat: suaka air untuk membebaskan raga dan jiwa Pemandian terbuka (rotenburo) dan sauna privat tersedia 24 jam. Dalam suhu yang tertata dan keheningan, lelah perjalanan perlahan luruh—dan Anda pun kembali pada ritme diri Anda sendiri. Momen tersebut secara halus meningkatkan kualitas seluruh pengalaman menginap.■ Santapan: kepercayaan memperdalam rasa Di Anabuki Residence tidak ada menu tetap. Yang ada adalah hubungan saling percaya yang kami bangun selama bertahun-tahun bersama komunitas lokal. Private dining di kediaman ini atau kunjungan ke restoran terbaik di kota—kami juga dapat mengantar Anda ke tempat-tempat istimewa yang sulit ditemukan tanpa rekomendasi khusus. Setiap hidangan lahir dari keterhubungan antara tanah dan manusia.【Kisahnya berlanjut kepada Anda】 Rumah ini telah diwariskan selama tiga generasi; kini menjadi tempat tenang untuk menyambut tamu dari seluruh dunia. Eitaro Anabuki selaku owner concierge akan menyambut Anda bersama kisah rumah ini. Di tempat ketika masa lalu, masa kini, dan masa depan bersilangan dengan lembut—waktu milik Anda sendiri akan perlahan bertumpuk menjadi kenangan baru.

Lihat Kamar・Rencana

Orang lain juga mencari ini

Makan

Lihat Semua

Tipe Fasilitas

Preferensi kamar

Lihat Semua

Bak mandi dan pemandian air panas

Lihat Semua

Kamar Mandi Pribadi

Lihat Semua

Tipe Tempat Tidur

Lihat Semua

Fasilitas dan Layanan

Lihat Semua

Anggaran Akomodasi
(Per malam per kamar) (IDR)

0
Tanpa batas
-

Penilaian Ulasan

Pemandangan

Tempat Makan

Keistimewaan

Check-out terlambat